Tarsius 🐒🐒
▼
▼
Selasa, 27 Januari 2026
Platipus
Platipus (Ornithorhynchus anatinus) adalah mamalia semi-akuatik unik endemik Australia timur yang bertelur, memiliki paruh seperti bebek, ekor berang-berang, dan kaki berselaput. Sebagai monotremata, mereka menyusui anaknya namun tanpa puting. Jantan memiliki taji berbisa di kaki belakang, dan mereka menggunakan elektroreseptor untuk berburu di dalam air.
Platipus memiliki tubuh yang ramping dengan bulu cokelat lebat dan kedap air. Panjang rata-rata jantan sekitar \(50\text{\ cm}\) dan betina \(43\text{\ cm}\). Ekornya lebar dan pipih seperti berang-berang, berfungsi sebagai kemudi saat berenang dan penyimpan lemak.
Paruhnya lunak dan kenyal, dipenuhi ribuan elektroreseptor untuk mendeteksi arus listrik kecil dari mangsa (cacing, kerang) di air keruh. Saat menyelam, mereka menutup mata, telinga, dan hidung.
Mereka hidup di sungai, danau, dan kolam di Australia timur dan Tasmania. Platipus adalah hewan nokturnal yang menggali liang di tepi sungai. Mereka perenang handal, menggunakan kaki depan berselaput untuk mendayung.
Platipus bertelur di dalam liang. Anak platipus menyusu melalui pori-pori kulit induknya karena tidak ada puting. Mereka termasuk sedikit mamalia yang memancarkan cahaya hijau-biru (biofluoresensi) di bawah sinar UV.
Platipus jantan memiliki taji bertanduk di pergelangan kaki belakang yang terhubung ke kelenjar racun, digunakan untuk pertahanan atau dominasi saat musim kawin. Bisa ini sangat menyakitkan bagi manusia tetapi jarang mematikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar