Kucing

Kucing memiliki status khusus di Mesir kuno , di mana mereka berevolusi dari predator yang berguna melindungi lumbung dari tikus menjadi simbol keilahian yang dihormati. Mereka adalah hewan peliharaan yang disayangi, dipandang sebagai pelindung ilahi—di kehidupan ini dan di akhirat —dan jimat keberuntungan yang tubuhnya bahkan mungkin dihuni oleh para dewa. Pemujaan kucing dan penyembahan kucing di kuil pun muncul. Keluarga kerajaan Mesir menghiasi kucing mereka dengan emas , sementara kelas bawah membuat dan mengenakan perhiasan yang menggambarkan kucing. Gambar kucing menonjol dalam seni Mesir, di dinding makam , dan pada artefak kehidupan sehari-hari. Ribuan mumi kucing telah ditemukan di Mesir, bersama dengan mumi tikus , yang diduga untuk menyediakan makanan bagi kucing di akhirat. Semua ini membuktikan betapa pentingnya kucing secara sosial dan budaya di Mesir kuno . Kucing telah lama dikenal oleh budaya lain juga. Ubin dinding di Kreta yang berasal dari tahun 1600 SM menggambarkan kucing pemburu. Di Yunani, bukti dari seni dan sastra menunjukkan bahwa kucing telah ada di sana sejak abad ke-5 SM , dan ubin yang menampilkan kucing muncul di Cina sejak tahun 500 SM . Di India, kucing disebutkan dalam tulisan Sansekerta sekitar tahun 100 SM , sementara orang Arab dan Jepang baru mengenal kucing sekitar tahun 600 M. Catatan paling awal tentang kucing di Inggris berasal dari sekitar tahun 936 M , ketika Hywel Dda , pangeran Wales selatan-tengah , memberlakukan undang-undang untuk perlindungan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tarsius

Tarsius adalah primata kecil, nokturnal, dan insektivora yang sebagian besar spesiesnya endemik di Indonesia, terutama di Sulawesi dan pul...