Beruang

Moncong beruang yang panjang, yang menampung epitel penciuman, menunjukkan indra penciumannya yang sangat berkembang. Penglihatan beruang buruk dan matanya relatif kecil. Struktur gigi beruang menunjukkan betapa beragamnya pola makannya. Gigi taringnya panjang dan kuat, yang memungkinkan beruang untuk mencengkeram dan membunuh mangsanya. Hanya seperempat dari makanan beruang terdiri dari daging, sehingga gigi karnassialnya relatif kecil jika dibandingkan dengan karnivora besar lainnya. Gigi geraham beruang dengan permukaan yang lebar dan bergelombang lebih cocok untuk menggiling makanan nabati daripada memotong daging. Lengkungan zigomatik yang lebar menunjukkan adanya otot yang berkembang dengan baik di antara lengkungan dan rahang bawah, yang memungkinkan gerakan menggiling ke samping yang kuat antara rahang atas dan bawah. Tonjolan tulang di bagian belakang tengkorak memfasilitasi perlekatan otot leher yang kuat. Hal ini memungkinkan beruang untuk memindahkan bahkan hewan buruan yang besar untuk dimakan nanti. Beruang memiliki jejak kaki terbesar di antara semua spesies asli Finlandia. Jejak kaki belakang beruang sedikit menyerupai jejak kaki manusia. Di musim panas, beruang mungkin meninggalkan sarang semut atau tunggul pohon yang hancur. Sarang musim dingin beruang sangat sulit ditemukan. Saat salju menutupi tanah, beruang sedang berhibernasi. Beruang mundur ke sarang musim dingin mereka antara bulan September dan Maret dan bangun kembali pada bulan Maret–Mei. Di musim panas, beruang jantan lebih banyak bergerak daripada yang dipikirkan kebanyakan orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tarsius

Tarsius adalah primata kecil, nokturnal, dan insektivora yang sebagian besar spesiesnya endemik di Indonesia, terutama di Sulawesi dan pul...